Showing posts with label Komputerisasi. Show all posts
Showing posts with label Komputerisasi. Show all posts

Pengertian Data Flow Diagram

Berikut ini adalah pembahasan sedikit mengenai Flow Diagram, dimana flow diagram ini sangat dibutuhkan dalam menyusunskripsi, tugas akhir dan disertasi.

Menurut Raymond Mcleod, Jr..( 2001 ), menyatakan bahwa DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang mengunakan sejumlah bentuk-bentuk symbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan. 

http://peluangusahamakro.blogspot.com/Data flow diagram sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang sudah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangakan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon surat dan sebagainya), atau lingkungan fisik dimana data itu tersimpan. 

DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur.DFD merupakan alat yang cukup popular sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data didalam sistem dengan terstruktur dan jelas. 

Simbol-simbol yang digunkan Data Flow Diagram adalah sebagai berikut : 

Simbol Flow Diagram
No
Simbol
Fungsi

1

Kesatuan Luar(External Entity) merupakan kesatuan
dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,
organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan
luarnya yang akan meneriman input atau menerima output
dari sistem.
2
Aliran Data (Data Flow) mengalir antara proses, simpanan
data, dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari
data yang dapat berupa masukkan untuk sistem atau hasil
dari proses sistem.
3
Proses (Process) adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan
oleh orang, mesin atau computer-dari hasil suatu arus data
yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang
akan keluar dari roses.

4

Penyimpan Data (Data Storage) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatufile atau database di sistem computer, suatu arsip atau catatan manual, suatu kotak tempat data, suatu table acuan manual, dan suatu agenda/buku.

( Bersumber Dari Buku; Raymond Mcleod, Jr. )

Pengertian Flowchart

Berikut ini adalah pembahasan tentang Flowchart, dan kegunaannya, juga fungsi-fungsinya akan di jabarkan disini walaupun hanya sedikit saja.
 
Menurut Jogiyanto Hartono ( 2005 ), flowchart bagian yang menunjukkan alir di dalam program atau prosedur sistem secara logika. 

Tujuan utama penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol- ­simbol yang standar. penjelasannya beserta contoh dari flowchart adalah sebagai berikut ini : 
  1. Terminal, untuk memulai atau mengakhiri atau mengakhiri  suatu program. 
  2. Proses, suatu symbol yang menunjukan sistem pengolahan yang digunakan oleh computer. 
  3. Input-Output, untuk memasukkan data atau menunjukkan hasil dari proses. 
  4. Dicision, suatu kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban atau pilihan. 
  5. Connector, suatu prosedur akan masuk atau keluar melalui symbol ini dalam lembar yang sama 
  6. Off Line, Connector, merupakan simbol masukan atau keluarnya suatu prosedur pada lembar kertas lainya. 
  7. Dokumen, merupakan symbol untuk data berbentuk kertas maupun untuk informasi. Untuk menyatakan sekumpulan langkah proses yang ditulis sebagai prosedur. 
  8. Magnetic, digunakan untuk menyimpan data. 
  9. Predifned proses, untuk menyatakan kesimpulan langkah proses yang ditulis sebagai prosedur. 
  10. Predifned proses, symbol untuk output yang ditunjukan ke suatu device, seperti printer, plotters, dan lain-lain. " 
  11. Arus/flow, dari prosedur yang dapat dilakukan dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.

Berikut ini Contoh gambar flowchat :





 
Demikian tentang flowhat yang saya tahu, semoga bermanfaat untuk pembaca.

Pengertian Visual Basic

Pelajaran Visual Basic pada umumnya di pelajari oleh siswa / mahasiswa yang berkecimpung di dalam Ilmu Komputer, dimana Visual Basic ini sangat banyak kegunaannya, baik sebagai program yang digunakan untuk tugas akhir ataupun penelitian mereka

Abdul Razaq ( 2004 ), menyatakan bahwa Visual Basic merupakan salah satu program yang banyak dipakai oleh programmer dalam membuatmembuat suatu progra
m, karena Visual Basic sangatlah Powerful untuk menciptakan berbagai aplikasi. 
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
Visual Basic ini seakan-akan panduan bagi software devolever dan menjadi salah satu bahasa yang wajib dipelajari oleh berbagai kalangan, di dunia computer. 

Visual Basic (VB) digunakan untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasis windows. Beberapa kemampuan atau manfaat dari visual basic diantaranya adalah sebagai berikut : 
  • Untuk membuat program aplikasi berbasis windows. 
  • Untuk membuat objek - objek pembantu program. 
Menguji program dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE yang bersifat Executable atau dapat langsung dijalankan. 

Visual Basic sebenarnya cukup mudah dipelajari bagi programmer pemula yang baru ingin belajar computer, lingkungan visual basic dapat membantu membuat program berbasis windows.Didalam visual basic semua sudah disediakan dalam pilihan-pilihan yang tinggal diambil sesuai dengan kebutuhan.Selain itu, sarana pengembangannya yang bersifat visual memudahkan program aplikasi berbasis windows, bersifat mouse diver (digerakkan dengan mouse). 

Konspetual 

Pada konseptual ini dijelaskan konsep yang perlu dilakukan oleh penulis dalam pembuatan Sistem Informasi Bongkar Muat Barang Dikantor Adpel Asahan.Adapun konsep­konsep tersebut adalah.Pendefisian Sistem, Analisa Sistem, Perancangan, Program, Ujicoba Program. Dengan adanya konsep tersebut diharapkan dapat mempermudah serta mempercepat pembuatan sistem informasi yang akan di buat. 

Berikut ini langkah-langkah yang mempermudah penulis dalam penyelesaian sistem tersebut : 

1. Pendefinisian masalah 

Dalam melaksanakan pembuatan Sistem Informasi Bongkar Muat Barang Dikantor Adpel Asahan tidak luput dari masalah yang selalu timbul pada saat melaksanakan tugas-tugasnya.Dalam menyelesaikan permaslahan yang sedang dihadapi makan perlu dibuat suatu sistem. 

2. Analisis sistem 

Dalam mendapatkan data perlu dilakukan analisa terhadap sistem yang sedang berjalan pada Kantor Administrator Pelabuhan.Dimana analisa yang digunakan penulis adalah metode deskriptif yaitu metode analisa dengan mengumpulkan data yang kemudian dapat gambaran masalah yang diteliti. 

3. Perancangan 

Sebagai gambaran, rancangan atau pembuatan sketsa ini, penulis menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Database, Tabel, Relasi, Flowchart, Desain input dan Desain output. 

4. Program 

Dalam pembuatan Sistem Informasi Bongkar Muat Barang Dikantor Adpel Asahan, penulis menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. 

5. Uji coba 

Uji coba yaitu test program untuk melihat apakah sistem tersebut sudah sesuai dengan yang dibutuhkan.  Bahasa pemrograman yang penulis pakai dalam pembuatan program tersebut adalah hahas pemrograman Ms Visual Basic 6.0 diman Ms Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam lingkungan Ms Windows.Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah atau - intruksi yang dimengerti oleh computer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. 

Sekian Sekilas tentang Visual Basic kali ini semoga bermanfaat bagi pembaca. 

Analisis Dan Perancangan Sistem

Perancangan suatu Sistem sangat diperlukan, karena sistem dalam suatu kegiatan adalah salah satu yang paling besar untuk menentikan keberhasilan yang kita lakukan.

Analisis Sistem 

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan­kesempatan dan hambatan-hambatan
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikanya. 

Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahapa desain sistem. Tahap analisis sistem merupakan tahap yang kritis dan sangat penting karena kesalahan ditahap ini akan menyebabkan kesalahan ketahap selanjutnya. Selain itu analisis sistem bertujuan untuk memberikan gambaran tentang sistem yang saat ini sedang berjalan. 

Penulis mencoba untuk memperbaiki analisis sistem yang ada saat ini menjadi lebih baik, sehingga kelebihan dan kekurangan dari sistem tersebut dapat diketahui dan diidentifikasikan, serta membandingkannya antara sistem yang lama dengan sistem yang baru. 

Evaluasi Sistem yang sedang berjalan 

Mengevaluasi sistem yang sedang berjalan sengatlah penting karena untuk mengidentifikasikan masalah-masalah yang ada serta berusaha untuk memperbaikinya. Setelah melakukan analisis terhadap sistem tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 
  1. Sering terjadinya kesalahan dalam pengolahan data bongkar muat barang. 
  2. Kinerja dari sistem manual yang ada belum efektif, terjadi penumpukan arsip yang tidak teratur, sehingga keamanan dari datanya kurang terjamin. 
  3. Dalam pencarian data bongkar muat barang mengalami kesulitan. 
  4. Keterlambatan dalam penyusunan laporan-laporan. 
Dilihat dari beberapa kelemahan sistem informasi yang sedang berjalan tersebut, maka penulis mencoba untuk membuat rencana pemecahan. Dimana rencana pemecahan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi Kantor Administrasi Pelabuhan Kuala Tanjung, Sehingga sistem manual yang ada atau sistern yang sedang berjalan dapat diperbaiki atau diubah dengan sistem yang baru. 

Perancangan Sistem 

Perancangan sistem merupakan satu proses yang mengaplikasikan berbagai teknik dan prinsip yang bertujuan mengidentifikasikan kebutuhan suatu sistem sedemikian detail sehingga mendekati keadaan fisik yang sebenarnya dan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau memperbaharui sistem yang lama. 

Diagram Alir Data 

Diagram Alir Data (DAD) mengidentifikasikan secara terperinci komponen sistem informasi yang didesain. Tujuan dari pengambaran DAD adalah untuk memberikan gambaran secara umum pada pemakai (user) tentang sistem yang baru. Adapun Diagram Alir Data yang penulis buat dari diagram konteks, Diagram Level 0 dan Diagram Level 1. 

Demikian sedikit mengenai Perancagan Sistem kali ini semoga bermanfaat.

Pengertian Sistem Informasi

Berikut ini akan di bahas mengenai pengertian Sistem Informasi menurut para ahli, Sistem informasi merupakan sekumpulan komponen-komponen yang saling bekerja sama secara terpadu dalam pengolahan data untuk memperoleh informasi dengan maksud dan tujuan tertentu sebagai bahan masukan untuk mengambil keputusan.Tujuan sistem nformasi adalah untuk menghasilkan informasi. . 

Beberapa para ahli menyatakan bahwa pengertian sistem informasi dapat dijelaskan sebagai berikut : 

Jogiyanto Hartono ( 2005 ),menyatakan bah
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
wa sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatunorganisai dan nenyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 

Tata Sutabri ( 2005 ), menyatakan sistem informasi adatah suatu sistem di dalam suatu informasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, dari satu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan susunan yang disusun secara sistematik dan teratur dari jaringan jaringan aliran informasi yang menghubungkan setiap bagian dari suatu sistem, sehingga memungkinkan dilakukann komunikasi antar bagian atau satu-satuan fungsional.

Menurut Kerlinger ( 1986 ), Penelitian adalah proses penemuan yang mempunyai karakterristik sistematis terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Demikian Pengertian Sistem Informasi menurut para ahli, semoga bermanfaat buat pembaca.

Pengertian Sistem

Suatu pekerjaan ataupun sesuatu target berjalan dengan baik kalu sistem-nya jelas dan baik, jikalau sistem tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah di atur maka apapun yang kita rencanakan akan berjalan dengan baik.

Pada landasan teori ini akan menjelasakan tentang pengertian dari beberapa kata yang sering digunakan dan berkaitan dengan judul atau permasalahan yang dihadapai sehingga dapat membantu penulis maupun pembaca dalam memahami kata-kata yang digunakan.

Istilah sistem berasal dari bahasa yunani yaitu "systema" yang artinya "kesatuan". Sistem dapat terdiri dari beberapa sub sistem yang sa
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
ling berhubungan untuk membantu satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat dicapai. Untuk dapat mengetahui lebih jelas tentang sistem, berikut ini pengertian tentang sistem yang diperoleh dari beberapa para ahli, yaitu : 

Menurut Jugiyanto Hartono (2005 : 2), menyatakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 

Raymon McLeod,Jr. (2001 : 9), mengatakan bahwa sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. 

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen yang erat hubunganya satu dengan yang lain dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

Sistem seperti ini tidak efektif dan efisiensi sehingga dapat menimbulkan beberapa permasalahan seperti pencarian data yang relatif lama dan jika suatu waktu diperlukan informasi tidak dapat dipenuhi dengan cepat. Kebutuhan akan informasi yang akurat, cepat dan tepat dalam penyajiannya sangat mendukung kelancaran dalam memberikan informasi data keluar masuk barang, tetapi sistem yang ada atau yang sedang berjalan pada Kantor Adpel di Kabupaten Batu Bara belum mampu menyelesaikan permasalahan secara optimal. 

Berdasarkan permasalahan diatas maka instansi pemerintah memerlukan suatu sistem komputerisasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang dapat 
membantu menyampaikan informasi yang lebih cepat dan efisien dalam merancang sistem pendataau keluar masuk barang dari pelabuhan

Definisi Kecerdasan Buatan



 “ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. “ Kusumadewi [2003]: artificial intelligence.

Tujuan Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan dapat membantu meringankan beban kerja manusia misalnya dalam membuat keputusan, mencari informasi secara lebih akurat, atau membuat komputer lebih mudah digunakan dengan tampilan yang mudah dipahami. Kecerdasan didapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman, untuk itu agar perangkat lunak yang dikembangkan dapat mempunyai kecerdasan maka perangkat lunak tersebut harus diberi suatu pengetahuan dan kemampuan untuk menalar dari pengetahuan yang telah didapat dalam menemukan solusi atau kesimpulan layaknya seorang pakar dalam bidang tertentu yang bersifat spesifik. Dua  bagian utama yg dibutuhkan untuk aplikasi kecerdasan buatan :
1.             Basis pengetahuan (knowledge base): berisi fakta-fakta, teori, pemikiran & hubungan antara satu dengan lainnya. Pengetahuan pun merupakan informasi terorganisasi dan teranalisis agar bisa lebih mudah dimengerti dan bisa diterapkan pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
2.             Motor inferensi (inference engine) : kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman serta pertimbangan yang didasarkan pada fakta dan hubungan-hubungannya yang terkandung dalam basis pengetahuan.
Dengan basis pengetahuan dan kemampuan untuk menarik kesimpulan melalui pengalaman (inferensi), komputer dapat disejajarkan sebagai alat bantu yang bisa digunakan secara praktis dalam memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
      Dengan teknik pelacakan basis pengetahuan untuk mencari fakta dan hubungannya yang relevan, komputer bisa mencapai satu atau lebih solusi alternatif pada masalah yang diberikan. Basis  pengetahuan komputer dan kemampuan inferensi telah meningkatkan daya guna komputer bagi manusia. Kecerdasan buatan telah memberikan suatu kemampuan baru kepada komputer untuk memecahkan masalah yang lebih besar dan lebih luas, tidak hanya terbatas kepada soal-soal perhitungan, penyimpanan, dan pengambilan data atau pengendalian yang sederhana. 

Konsep Kecerdasan Buatan

Ada beberapa konsep yang harus dipahami dalam kecerdasan buatan, yaitu:
1.        Turing test- Metode pengujian kecerdasan
Turing test marupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seseorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yang satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan cerdas.
2.        Pemrosesan simbolik
Komputer semula didesain untuk memproses bilangan/ angka-angka (pemrosesan numeric). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan pada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat penting dari AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-simbolik dalam penyelesaian masalah.
3.        Heuristik
Istilah heuristik diambil dari bahsa Yunani yang berarti menemukan. Heuristik merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problem secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
4.        Penarikan kesimpulan
AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berpikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan kesimpulan (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristik atau metode pencarian lainnya.
5.        Pencocokan pola (Pattern matching)
AI bekerja dengan metode pencocokan pola (Pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (events) atau proses, dalam hubungan logika atau komputasional.

 Representasi Pengetahuan

Pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek (Martin dan Oxman, 1988).
Agar pengetahuan dapat digunakan dalam sistem, pengetahuan harus direpresentasikan dalam format tertentu yang kemudian dihimpun dalam suatu basis pengetahuan. Cara sistem pakar merepresentasikan pengetahuan akan mempengaruhi perkembangan, efisiensi, dan perbaikan sistem. Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah.
Pengetahuan dapat direpresentasikan dalam bentuk yang sederhana atau kompleks, tergantung dari masalahnya (Schnupp, 1989). Beberapa model representasi pengetahuan yang penting, adalah: logika (logic), jaringan semantik (semantic network), object-atributte-value (OAV), bingkai (frame) dan kaidah produksi (production rule).

Kaidah Produksi (Production Rule)

Kaidah menyediakan cara formal untuk merepresentasikan rekomendasi, arahan, atau strategi. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk jika-maka (if-then). Kaidah if-then menghubungkan anteseden (antecedent) dengan konskuensi yang diakibatkannya. Berbagai struktur kaidah if-then yang menghubungkan obyek atau atribut adalah sebagai berikut:
JIKA premis MAKA konklusi
JIKA masukan MAKA keluaran
JIKA kondisi MAKA tindakan
JIKA anteseden MAKA konsekuen
JIKA data MAKA hasil
JIKA tindakan MAKA tujuan
Premis mengacu pada fakta yang harus benar sebelum konklusi tertentu dapat berubah. Masukan mengacu pada data yang harus tersedia sebelum keluaran dapat diperoleh. Kondisi mengacu pada keadaan yang harus berlaku sebelum tindakan dapat diambil. Anteseden mengacu pada situasi yang terjadi sebelum konsekuensi dapat diamati. Data mengacu pada kegiatan yang harus dilakukan sebelum hasil dapat diharapkan. Tindakan mengacu pada kegiatan yang harus dilakukan sebelum hasil dapat diharapkan (Hanifah, 1998).
Secara umum, dalam bentuk kaidah produksi IF premis THEN konklusi,maka untuk premis yang lebih dari satu dapat dihubungkan dengan operator and atau or. Sedangkan konklusi dapat berupa kalimat tunggal yang dihubungkan dengan and dan dimungkinkan dikembangkan dengan else.
Suatu kaidah biasanya memberikan informasi terkait dengan domain obyek, tetapi dapat juga suatu kaidah berisi operasi tertentu, contohnya :
IF terdapat perintah hitung IPK
THEN IPK= (total nilai/total sks)
Kaidah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kaidah derajat pertama (first order rule) dan kaidah meta (meta rule) (Giarrantano dan Riley, 1994). Kaidah derajat pertama adalah kaidah sederhana yang terdiri dari anteseden dan konsekuen. Misalnya:
JIKA bersin-bersin dan pusing
MAKA terserang penyakit flu
Kaidah meta adalah kaidah yang anterseden atau konsekuenya mengandung informasi tentang kaidah yang lain. Misalnya:
Aturan 1:
                            JIKA           Pusing
                            DAN           Cepat leleh
                            DAN           Sering kesemutan
                            MAKA        Anemia
Aturan 2
                            JIKA           Anemia
                            DAN           Batuk kronis
                            MAKA        TBC
Untuk hasil yang lebih akurat dalam memecahkan masalah dalam suatu domain, biasanya  dibutuhkan aturan yang cukup banyak karena masing-masing aturan berisi detail pengetahuan. Jumlah pengetahuan akan menggambarkan kompleksitas sistem pakar.

Waterfall Process Model


Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembangan perangkat lunak secara sistematis. Disebut dengan  waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Tahap- tahap utama dari model ini memetakan kegiatan- kegiatan pengembangan dasar yaitu:
1.      Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan, batasan dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user sistem. Persyaratan ini kemudian didefinisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem.
2.      Perancangan sistem dan perangkat lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam suatu sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar dan hubungan-hubungannya.
a.    Implementasi dan pengujian unit
Pada saat ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenihi spesifikasinya.
b.    Integrasi dan pengujian sistem
Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah terpenuhi. Setelah pengujian sistem, perangkat lunak dikirim ke pelanggan.
c.    Operasi dan pemeliharaan
Biasanya ( walaupun tidak seharusnya ), ini merupakan fase siklus hidup yang paling lama. Sistem diinstal dan dipakai. Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error yang tidak ditemukan pada tahap-tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem, sementara persyaratan-persyaratan baru ditambahkan.

Karena model ini melakukan pendekatan secara urut / sequential, maka ketika suatu tahap terhambat, tahap selanjutnya tidak dapat dikerjakan dengan baik dan itu menjadi salah satu kekurangan dari model ini. Selain itu, ada beberapa kekurangan pengaplikasian model ini, antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan SE.
2.      Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.
3.         Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya.